Tips Membuat Press Release yang Menarik dan Mudah Diterima Media

Press release menjadi salah satu alat komunikasi perusahaan yang paling strategis. Dengan press release yang tepat, perusahaan dapat menyampaikan informasi penting, membangun citra positif, dan mendapatkan liputan media yang luas.
Namun, banyak press release gagal menarik perhatian media karena format, pesan, atau penyampaian yang kurang efektif. Tim PR perlu memahami struktur ideal, teknik penulisan headline dan lead, serta kesalahan umum yang harus dihindari agar press release benar-benar dibaca dan diangkat oleh media.
Artikel ini membahas langkah-langkah efektif membuat press release yang dijamin dibaca, lengkap dengan tips praktis dan referensi terpercaya.
Struktur Press Release Ideal
Press release yang baik memiliki struktur yang jelas, memudahkan jurnalis untuk menangkap inti informasi. Struktur ideal meliputi:
- Headline yang Menarik
Headline menjadi bagian pertama yang dibaca. Headline harus singkat, jelas, dan menggambarkan inti berita.
- Lead yang Informatif
Lead atau paragraf pertama menjawab pertanyaan siapa, apa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana (5W+1H). Informasi penting harus disampaikan di awal.
- Body Konten
Menjelaskan detail berita, termasuk data, kutipan narasumber, dan fakta relevan. Gunakan paragraf pendek dan bahasa sederhana agar mudah dibaca.
- Kutipan Narasumber
Menambahkan kutipan dari pimpinan atau pihak terkait menambah kredibilitas dan sudut pandang manusiawi.
- Informasi Tambahan dan Background
Berikan konteks, latar belakang perusahaan, atau informasi tambahan yang mendukung berita.
- Kontak Media
Sertakan kontak person, nomor telepon, dan email untuk memudahkan jurnalis menghubungi pihak perusahaan.
Tips Menulis Headline & Lead
Headline dan lead menjadi kunci agar press release dibaca.
– Headline yang Efektif
- Gunakan kata-kata kuat dan spesifik.
- Sertakan angka atau fakta bila memungkinkan, misalnya “Perusahaan X Capai Pertumbuhan 50% di Kuartal Pertama”.
- Hindari kata-kata terlalu umum atau clickbait berlebihan.
– Lead yang Informatif
- Jawab pertanyaan 5W+1H di paragraf pertama.
- Sertakan informasi paling penting untuk menarik perhatian jurnalis.
- Gunakan bahasa aktif, sederhana, dan mudah dipahami.
– Contoh Headline & Lead Efektif
Headline: “Perusahaan ABC Luncurkan Platform Digital untuk Mempermudah Transaksi UMKM”
Lead: “Jakarta, 8 Desember 2025 – Perusahaan ABC meluncurkan platform digital inovatif yang dirancang untuk membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengelola transaksi secara lebih efisien. Peluncuran ini dihadiri oleh lebih dari 200 pelaku UMKM dan menghadirkan fitur unggulan seperti pembayaran digital, laporan keuangan otomatis, dan integrasi e-commerce.”
Kesalahan yang Harus Dihindari
Banyak press release gagal menarik perhatian karena kesalahan umum berikut:
Kesalahan 1: Headline Tidak Menarik
Headline yang terlalu panjang atau ambigu membuat jurnalis melewatkan press release.
Kesalahan 2: Lead Tidak Informatif
Jika lead tidak menjawab 5W+1H, pembaca kehilangan konteks dan berita tampak tidak relevan.
Kesalahan 3: Bahasa Terlalu Teknis atau Jargon
Penggunaan jargon industri atau bahasa yang rumit membuat press release sulit dipahami oleh media umum.
Kesalahan 4: Tidak Ada Kutipan Narasumber
Tanpa kutipan, press release kehilangan elemen manusiawi dan kredibilitas.
Kesalahan 5: Terlalu Panjang atau Tidak Terstruktur
Press release yang terlalu panjang atau tidak terstruktur sulit dibaca dan jarang diangkat media.
Kesalahan 6: Tidak Menyertakan Kontak Media
Jika jurnalis tidak tahu siapa yang dihubungi, peluang liputan menurun drastis.
Kesalahan 7: Tidak Menyesuaikan dengan Media Target
Press release yang sama untuk semua media tanpa menyesuaikan konteks atau audiens dapat mengurangi peluang liputan.
Kesimpulan
Membuat press release yang dijamin dibaca memerlukan strategi, struktur yang jelas, dan perhatian terhadap detail. Dengan mengikuti langkah-langkah berikut:
- Buat headline yang menarik dan spesifik.
- Tuliskan lead yang menjawab pertanyaan 5W+1H.
- Susun body konten dengan data, fakta, dan kutipan relevan.
- Sertakan informasi tambahan dan kontak media.
- Hindari kesalahan umum seperti bahasa teknis, lead tidak informatif, atau headline kurang kuat.
Tim PR dapat meningkatkan peluang liputan positif, membangun kredibilitas, dan memperkuat reputasi perusahaan. Press release bukan sekadar informasi, tetapi alat strategis untuk menjalin hubungan dengan media dan publik.
Pelajari strategi komunikasi efektif, penguatan reputasi, dan teknik membangun hubungan positif dengan media untuk mendukung pertumbuhan brand. Klik tautan ini untuk melihat jadwal terbaru dan penawaran spesial.
Referensi
- Smith, R. D. (2013). Strategic Planning for Public Relations. Routledge.
- Cutlip, S. M., Center, A. H., & Broom, G. M. (2006). Effective Public Relations. Pearson.
- Fawkes, J. (2018). Public Relations Ethics and Professionalism. Routledge.
- Wilcox, D. L., & Cameron, G. T. (2015). Public Relations: Strategies and Tactics. Pearson.
- Coombs, W. T. (2007). Ongoing Crisis Communication: Planning, Managing, and Responding. Sage Publications.
